twitter instagram
By Novira Photography. Diberdayakan oleh Blogger.
  • Home
  • About Me
  • Gallery
    • 1
    • 2
    • 3
  • SoundCloud
  • VR Project

My Crying Room

Hello readers!!!
Kembali lagi bersama saya Admin 1 yang lain dan tak bukan adalah Novira Anggriyani sekaligus adalah pemilik dari blog ini. Oke tanpa basa basi lagi saya akan menjelaskan maksud daripada postingan saya kali ini *udah ah baku banget bahasanya.
Kali ini aku akan berbagi ilmu sama semua readers, yaitu tentang bagaimana cara mengubah foto menjadi kartun. Sebenarnya sih aku juga baru belajar ya, aku sering browsing dan akhirnya aku menemukan ilmu ini dan aku ingin menyalurkannya kepada readers hahaaa. Penasaran kan? Tapi ini dianjurkan buat pengguna adobe photoshop aja ya, kalo yang belum ada software ini mungkin bisa dibeli dulu di toko penyedia software software komputer dan di install dulu. Kalo aku sih adobe photoshopnya udah ada di laptop jadi tinggal di aplikasikan aja. Kalo ini terserah ya mau pake CS berapa aja soalnya hasilnya nanti sama juga kok, tapi sekarang ini aku pake yang CS 3.
Ini adalah karya foto kartun buatanku :


Gimana? Cakep? Hahaaa :D
Oke langsung aja ya kita liat cara-caranya, cekidot!!!

Dapur olah : Adobe Photoshop CS 3

1. Pertama buka dulu software Adobe Photoshop kamu dan nantinya tampilannya akan seperti ini
*beh ketauan banget gue pake XL -___-



2. Pilih foto yang pengen kamu jadiin kartun, terserah ya foto apa aja. Yang penting gambarnya harus jelas dan mudah di modifikasi. Kalo aku make foto yang ini ;;) jangan diliat kali ya, ntar naksir loh :D



3. Terus plih menu Filter > Artistic > Poster Edges



4. Entar tampilannya bakal jadi kayak gini



Sekarang kamu atur seperti yang dibawah ini :


Kalo udah jangan dulu menekan tombol OK. Sekarang kamu pilih New Effect Layer. Gambarnya kayak yang di bawah ini (Yang warna merah):



Oke? Lalu kamu pilih lagi Film Grain dan atur seperti yang di bawah ini :



Kalo udah kamu pilih lagi New Effect Layer terus pilih Cutout dan atur seperti di bawah ini:


Gimana? Bisa diikuti kan sampai sini? Sip! kalo gitu tekan OK.

5. Setelah kamu tekan OK kamu bakal dapetin hasil yang kayak gini :


Tapi tunggu dulu, ini belum selesai. Tinggal satu langkah lagi ;)

6. Terakhir  tugas kamu adalah ngerapiin bercak bercak dan menghapus bagian-bagian yang tidak diinginkan. Di langkah ini kamu harus teliti dan rapi ya, jangan sampai ada kesalahan.
Cara ngerapiinnya yaitu dengan menggunakan Brush Tool (B) dan EyeDropper Tool (I).


Fungsi dari Eyedropper Tool yaitu buat ngembil sampel warna. Misalnya warna bajunya biru, pilih EyeDropper Tool terus klik pada warna bajunya. Kalo Brush Tool fungsinya di sini buat ngerapiin bercak-bercak yang tidak diinginkan. Dan waaallaaaa hasilnya bisa seperti ini :


Untuk membuat kartun seperti yang di atas perlu ketelitian dan kesabaran yang ekstra. Jangan sampai kerjaannya setengah setengah. Kalo aku sih untuk buat foto kartun kira-kira perlu waktu 2 jam. hahaha lama memang, tapi mungkin pengerjaan kamu bisa lebih cepat daripada aku dan mungkin hasil kartun yang kamu buat bisa lebih bagus daripada yang itu. Itu sih tergantung dari orangnya masing-masing ya :D
Okelah sampai di sini dulu ya :D kalo aku punya ilmu yang lain pasti akan ku share ke readers semua :D
Jangan lupa post kan komentar ya :) Thanks

Selamat Mencoba!!! KOWAWA!!! :D
Agustus 07, 2012 8 Komentar
1.Tendangan Dari Langit



Film ini memajang nama besar Irfan Bachdim di posternya. Filmnya memang memanfaatkan Irfan Bachdim sebagai role model, tokoh panutan. Tapi, justru bukan Bachdim yang membuat filmnya menarik (akting Bachdim kaku, cenderung mengganggu), melainkan kisah perjuangan bocah desa jago bola yang ingin bercita-cita sebagai pesepakbola profesional. Kisah from zero to hero ini selalu menarik. Walau cerita macam ini terasa makin familiar sejak sukses Laskar Pelangi, dengan penggarapan yang baik film macam ini masih asyik disaksikan.


2.Lima Elang











Di zaman serba digital saat anak-anak lebih sering main Blackberry atau PSP, masihkah Pramuka mengasyikkan? Film ini hendak mengatakan kalau ekskul Pramuka lebih asyik dari semua gadget itu. Bagi penonton anak-anak, film ini menuyuguhkan kisah petualangan yang mengasyikkan, sedang bagi penonton dewasa, film ini seperti nostalgia ke masa kecil saat masih aktif ikut Pramuka. Duet Rudi yang berpengalaman membuat film baik plus skenario Salman Aristo menghasilkan tontonan yang disuka seluruh anggota keluarga, baik anak-anak maupun orang dewasa.


3.The  Mirror Never Lies

 Buah jatuh tak jauuh dari pohonnya. Peribahasa itu pas menggambarkan sosok Kamila Andini. Seperti ayahnya, Garin Nugroho, Kamila bermain-main dengan tema tak biasa dengan setting eksotis. Kamila memilih kisah hubungan ibu dan anak perempuannya dengan latar kehidupan nelayan suku Bajo di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, kawasan yang merupakan bagian dari Segitiga Terumbu Karang. Seperti Garin, Kamila memiliki bakat menampilkan gambar-gambar indah. Ia berhasil memperlihatkan ratusan spesies makhluk bawah laut yang luar biasa itu, termasuk puluhan dolfin yang cantik, menyatu dengan cerita.   


4.Sang Penari (Sutr. Ifa Isfansyah) 

 

Dengan Sang Penari, Ifa Isfansyah naik kelas. Hanya dengan 2 film (satu lagi debutnya, Garuda di Dadaku) Ifa layak disejajarkan sebagai sutradara kelas wahid yang baru. Ia berhasil menerjemahkan novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dengan baik. Ifa berpihak pada masyarakat biasa yang menjadi korban kemelut politik tahun 1965. Selama ini, tragedi 1965 nyaris tak pernah di angkat ke layar lebar dengan perspektif korban. Orde Baru memilih pendekatan propaganda, sedang Gie (2005, Riri Riza) masih berjarak dengan korban. Ifa mewakili pandangan generasi 1998 yang ingin membongkar segala teks yang pernah mengisi relung batin dan pikiran soal peristiwa G30S versi Orde Baru. Saat ia berhasil, kita ikut bersorak sebab akhirnya kita punya film yang bicara lebih jujur soal tragedi kemanusiaan itu.***


5.The Raid


 

 
 
Sutradara Gareth Evans
Produser Ario Sagantoro
Penulis Gareth Evans
Pemeran Iko Uwais, Ray Sahetapy, Joe Taslim, Donny Alamsyah, Yayan Ruhian, Pierre Gruno, Tegar Satrya
Musik Fajar Yuskemal, Aria Prayogi (edisi TIFF 2011 dan perdana Indonesia); Mike Shinoda, Joseph Trapanese (edisi Sundance 2012 dan perdana AS/internasional)
Sinematografi Matt Flannery
Editing Gareth Evans
Studio PT Merantau Films
XYZ Films
Distribusi Celluloid Nightmares
(Seluruh dunia)
Sony Pictures Classics
(Amerika)
Tanggal rilis
  • 8 September 2011
(TIFF)
  • 21 Maret 2012
(Indonesia)
  • 22 Maret 2012
(Australia)
  • 23 Maret 2012
(Amerika)
Durasi 101 menit
Negara Bendera Indonesia Indonesia
Bahasa Indonesia
The Raid (sebelum diedarkan: Serbuan Maut[1]) adalah film aksi seni bela diri dari Indonesia yang disutradarai oleh Gareth Evans dan dibintangi oleh Iko Uwais. Pertama kali dipublikasi pada Festival Film Internasional Toronto (Toronto International Film Festival, TIFF) 2011 sebagai film pembuka untuk kategori Midnight Madness, para kritikus dan penonton memuji film tersebut sebagai salah satu film aksi terbaik setelah bertahun-tahun[2][3][4][5][6][7] sehingga memperoleh penghargaan The Cadillac People's Choice Midnight Madness Award[8]. Terpilihnya film ini untuk diputar pada beberapa festival film internasional berikutnya, seperti Festival Film Internasional Dublin Jameson (Irlandia), Festival Film Glasgow (Skotlandia), Festival Film Sundance (Utah, AS), South by Southwest Film (SXSW, di Austin, Texas, AS), dan Festival Film Busan (Korea Selatan), menjadikannya sebagai film komersial produksi Indonesia pertama yang paling berhasil di tingkat dunia.
 Di jantung daerah kumuh Jakarta berdiri sebuah gedung apartemen tua yang menjadi markas persembunyian para pembunuh dan bandit yang berbahaya. Sampai saat ini, blok apartemen kumuh tersebut telah dianggap tidak tersentuh, bahkan untuk perwira polisi yang paling berani sekalipun. Diam-diam di bawah kegelapan dan keheningan fajar, sebuah tim elit polisi penyerbu berjumlah 20 orang ditugaskan untuk menyerbu apartemen persembunyian tersebut untuk menyergap gembong narkotik terkenal yang menguasai gedung tersebut. Tapi ketika sebuah pertemuan dengan seorang pengintai membuka rencana mereka dan berita tentang serangan mereka mencapai sang gembong narkotik, lampu dalam gedung tiba-tiba padam dan semua pintu keluar diblokir. Terdampar di lantai enam dan tanpa jalan keluar, satuan khusus tersebut harus berjuang melawan penjahat-penjahat terburuk dan terkejam untuk bertahan hidup dalam misi penyerbuan tersebut.
Agustus 05, 2012 No Komentar
Hellooooooooooooooooooooooooo.... *kepanjangan
Kali ini aku akan ngeposting tentang masa masa saat aku duduk di bangku SMP tepatnya di SMP Negeri 23 Medan, terutama tentang kelas tercinta IX A Community dan pokoknya menyangkut tentang kami mulai dari kelas VII sampai VIII. Tapi mungkin foto foto kelas VII nya udah pada ilang atau mungkin pas kelas VII kami belum mood foto-foto wkwkwk. Cekidot yaw...

Wkwkwk nih kayaknya foto pas pertama kali masuk kelas VIII haha, waktu abis pelajaran olahraga gada guru yang masuk lagi jadi foto-foto deh :D *bandel
Dalam foto ini (mulai dari kiri): atas >>> Ayu, Yanti, Laras, Rani Zulfianti, Rani Anjani, Kekey
bawah >>> Ana, Ningsih, Fina, Aku, Lisma, Imah
*kalo mau liat facebooknya tinggal klik namanya yah :D

 


Kalo yang ini foto pas lagi olahraga, hahaha :D kalo disini foto aku gada, soalnya aku yang motoin foto ini sekaligus karena aku lagi gak mood foto gitu, wkwkwk:D
Dalam foto ini (mulai dari kiri): atas  >>> Imah, Kekey
 bawah >>>  Yanti, Rani Zulfianti, Dewi, Imah



 
Wkwkwkwk kalo ini pas abis lebaran, jadi rombongan cewek cewek  IX A Community datang ke rumahku, biasalah main main sama sekalian ngabisin kue di rumah aku *eh hahah :D




 Suka ngakak liat foto ini, muka aku jelek kali disitu wkwkkwkwkw :D
*masih culun




Kalo yang ini foto waktu renang kelas VIII  di Selayang :D
 





Kalo ini foto pas pulang sekolah hahah :D
Aku, Kekey, Imah, Ningsih




Haha, luar binasa :D di jalan sempatnya foto foto :D wkwkwk
Fika,  Kekey, Aku




Kalo ini di tempat persinggahan kami sepulang sekolah waktu kelas VIII, haha liat tuh si Imah masih jadi ST setia, sampe pin jilbabnya foto charly ST 12 heheh :D




Kalo yang ini pulang sekolah pas ultah Hajar (Kelas VIII) hahah, lumayan dapat kue gratis sekalian gangguin orang piket ckckck wkwkwk :D
Wah, si Ary mau berubah jadi power rangers :O




Apaan tuh gaya si Ary? ckc
Eh kok di belakang aku ada uka uka ya? :/ wkwkwk






Eh foto anak siapa nih ya? Eum *poke Hendri
Di belakangnya ada penampakan W O W WOW *poke Rizky




Hahaha, ini pas pulang sekolah hujan hujanan (kelas VIII), awalnya kami gatau mau pulangnya kayak mana, untung aja ada payung Bu Ampera ketinggalan di kelas, jadi pinjam payungnya Bu Ampera deh, sssstt diam diam aja ya :D



Cieee anak sapa nih ya??? *poke  Kekey





 Loh? -__-  Imah ngapain gelatungan disini -_____________-

 



Ini foto kapan ya? Lupa -____- Kayaknya foto abis pulang dari rumah Mela
(Kelas IX)




Kalo ini foto di rumah Rani Zulfianti :D




Cantik kali ah LKS nya, LKS siapa lah ini kalo kelen tau?

  


Inilah biang kerok kalo lagi gada guru di kelas wkwkwk  Rizky (Tukang nokok in anak orang) & Ary (Si Jago Akting) Wkwkwkwk




Maklum yah obat si Woyok sama si Ary lagi abis nih haha :D




Eh, ini foto siapa sih?




Seh, pening wak bos  Farhan :D




 Si Fahmi sama Napi :D




Wkwkwk pada ngapain 4 sekawan ini? :D
 
 


Ginilah suasana nyontek bareng ala kami hahaha :D (Kelas VIII)




Si  Hajar serius amat nyonteknya wkwkwk :D






Kalo yang ini foto waktu kelas VIII terakhir, kami pikir  pas kelas XI nanti kami bakal dipecah kelasnya jadinya kami foto bareng untuk yang terakhir kalinya, eh rupanya enggak hahah:D





Dan ini adalah kenangan terakhir dari IX A SMP Negeri 23 Medan T.A 2011-2012 :"")





Sebenarnya sih masih banyak lagi ya, tapi cukup sampai sini ajalah dulu. Nanti kapan kapan aku postingin lagi, Hahah :')
I'll never forget all about SMPN 23 Medan and my lovely friends IX A Community. I love you so much :* I'll miss you all :*
Juli 04, 2012 No Komentar
Newer Posts
Older Posts

Pengunjung

About me

About Me


Bukan penulis, hanya seseorang yang ingin menulis (saja).

Blog Archive

  • ▼  2018 (1)
    • ▼  Februari (1)
      • Dulu
  • ►  2015 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2014 (1)
    • ►  Oktober (1)
  • ►  2013 (7)
    • ►  September (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2012 (17)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2011 (4)
    • ►  Desember (2)
    • ►  Oktober (2)

recent posts

FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose